Era Wanita Keluar Rumah

Posted on

Era Wanita Keluar RumahIbu-ibu muda jaman sekarang ini rata-rata berpendidikan cukup. Dengan bekal pendidikan, pada umumnya mereka tertuntut untuk mengaktualisasikan diri. Jadi, eranya sekarang memang era dimana makin banyak wanita yang keluar rumah. Lebih banyak porsi waktu untuk berada di luar rumah daripada di rumah, sehingga akhirnya kebersamaan dengan keluarga juga makin sedikit. Karena katanya sih sekarang itu sudah Era Wanita Keluar Rumah

Untuk mengatasi keterbatasan waktu itu, ada beberapa cara untuk mengatasinya. Pertama pembagian kerja yang saling fungsional. Di sini pola hubungannya lebih setara dimana suami dan istri saling memberi putusan, saling memberi masukan dan sebagainya secara seimbang. Ini biasanya terjadi karena sumber daya yang dimiliki seorang suami berimbang dengan istri, maka mereka dapat mengambil keputusan yang berimbang pula. Dalam hal ini, suami tidak harus menjadi pencari nafkah dan istri menjaga anak-anak, namun bisa sebaliknya, tergantung situasi dan kondisi.

Cara yang kedua adalah kebersamaan. Kebersamaan dalam pencapaian tujuan kehidupan berkeluarga, termasuk kebersamaan dalam mengambil keputusan serta mengelola keluarga itu sendiri. Banyak dari sebagian pasangan memiliki masalah yang disebabkan karena tidak adanya saling terbuka. Jika mereka mau membicarakan permasalahan yang ada pasti ada jalan yang diputuskan secara bersama.

Cara yang Ketiga, mau tak mau adalah dengan menghadirkan orang lain yang dapat menggantikan mengawasi si kecil di rumah. Butuh adanya perhatian yang lebih bagi si anak dalam tumbuh kembangnya. Jika kedua orangtuanya adalah pekerja, lantas siapa yang akan merawat dan mengurusinya?. Dengan adanya orang lain baik itu pembantu, pengasuh ataupun kerabat terdekat dari istri maupun suami, maka si anak bisa mendapatkan perhatian meskipun perhatiannya bukan dari orangtuanya sendiri.

Dan cara yang keempat adalah memanfaatkan institusi-institusi di luar keluarga. Misalnya, jika si ibu tidak mampu memberikan pendidikan pada anak-anaknya, ia dapat memanfaatkan institusi yang mengajarkan bidang yang ingin diajarkannya. Jadi, betul-betul memanfaatkan institusi yang ada di luar keluarga, karena idealisme berkeluarga dalam tanda petik selalu day to day bersama itu sulit di harapkan lagi.