Obat Papaverine: Peringatan, Dosis, Efek Samping dan Cara Penggunaan

Posted on

Nurulku.com – Obat Papaverine adalah obat dengan golongan vasodilator yang biasa digunakan untuk meningkatkan aliran darah dalam tubuh serta mengobati impotensi pada pria. Di dalam tubuh obat papaverine ini bekerja dengan cara melemaskan otot pembuluh darah. Selain svasodilator papaverine juga digunakan sebagai obat anti aritmia yang berfungsi megobati detak jantung yang tidak normal. Obat ini juga merupakan zat penyusun pada salah satu jenis obat antasida ,antirefluks dan obat yang biasa digunakan untuk mengatasi asam lambung berlebihan seperti gastritis dan tukak lambung. Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk seperti kapsul,tablet dan cair.

Peringatan Sebelum Konsumsi Obat Papaverine

Obat Papaverine Peringatan, Dosis, Efek Samping dan Cara Penggunaan
Obat Papaverine Peringatan, Dosis, Efek Samping dan Cara Penggunaan

Sebelum menggunakan obat papaverine ini hendaknya memperhatikan terlebih dahulu beberapa peringatan terkait penggunaan obat tersebut,seperti:

  1. Dalam mengkonsumsi obat ini jangan dilakukan dalam keadaan mengemudi atau dalam keadaan mengoperasikan alat-alat berat.
  2. Bagi pengidap gangguan hati, glukoma, detak jantung tidak normal, penyakit jantung dan penyakit parkinson harap berhati-hati ketika mengkonsumsi obat papaverine ini begitupun bagi seseorang yang sedang mengkonsumsi obat lainnya.
  3. Bagi wanita hamil dan menyusui atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi papaverine.
  4. Batasi mengkonsumsi rokok atau minuman beralkohol
  5. Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis maka segeralah temui dokter untuk penanganan lebih lanjut dan mencegah penyakit yang lebih parah.
  • Dosis Obat Papaverine

Dosis pengkonsumsian papaverine berbeda-beda, biasanya dosis ditentukan dokter berdasarkan kondisi penyakit dan respon dari tubuh penderita (pasien).

Pada umumnya dosis papaverine dalam bentuk kapsul untuk dewasa adalah 150 miligram dan diberikan setiap 12 jam sekali. Dosis ini akan dinaikkan menjadi 150miligram setiap 8 jam sekali atau 300mg setiap 12 jam sekali.

  • Cara Penggunaan Obat Papaverine

Untuk mengkonsumsi obat papaverine ini secara benar diawali dengan membiasakan membaca petunjuk kemasan atau melihat petunjuk dokter. Obat papaverine dapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

Selain itu pastikan ada jarak waktu antara satu dosis dengan satu dosis berikutnya dan usahakan meminum pada jam yang sama setiap harinya bagi pasien yang lupa mengkonsumsi papaverine disarankan untuk segera meminumnya begitu ia ingat jika jadwal dosis berikutnya tak terlalu dekat namun jika jadwalnya sudah dekat maka cukup mengkonsumsinya pada dosis berikutnya saja. Hindari pengkonsumsian ganda pada papaverine.

  • Efek Samping Obat Papaverine

Reaksi seseorang terhadap zat kandungan obat berbeda-beda seperti contohnya pada papaverine ini efek samping yang ditimbulkan dari obat ini adalah:

  1. Sakit kepala dan sangat mengantuk
  2. Berkeringat sangat banyak.
  3. Wajah memerah.

Apabila selama pengkonsumsian papaverine anda mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan maka segera hubungi dokter yang bersangkutan atau jika memungkinkan segera datang ke rumah sakit terdekat untuk proses penanganan lebih lanjut terutama jika terjadi detak jantung tidak normal,gangguan penglihatan, muncul ruam-ruam pada kulit,terjadi pembengkakan atau kesulitan bernapas.

            Untuk mencari obat papaverine ini cukup mudah terutama papaverine tablet. Obat Papaverine jenis ini dapat ditemui pada apotek-apotek terdekat dikemas dengan kemasan 40mg x 100 butir dan dapat dikonsumsi bersama makanan maupun tidak bersama makanan (langsung telan). Sedangkan untuk dosis penggunaan papaverine jenis ini pada orang dewasa adalah 3 kali sehari 1-2 tablet sedangkan pada anak-anak adalah 2,5mg/kg berat badan dalam 4 dosis terbagi.

Selain dalam bentuk tablet obat ini juga tersedia dalam bentuk injeksi dan biasanya papaverine injeksi ini diberikan pada pasien-pasien di rumah sakit. Untuk Info tambahan, Pemberian papaverine hcl berbeda dengan pemberian papaverine untuk diare maupun papaverine untuk ibu hamil.

Baca juga: Apa Penyebab diare saat hamil muda ?