TIPS Rahasia Atasi Balita Cemburu

Posted on
TIPS Rahasia Atasi Balita Cemburu
TIPS Rahasia Atasi Balita Cemburu

Emosi yang menonjol di usia balita adalah cemburu. Rasa cemburu timbul sebagai reaksi terhadap rasa takut bahwa seseorang akan mencuri orang-orang terpenting, khususnya ayah dan bundanya. Bagaimana sebaiknya Anda sebagai orangtua dalam menyikapinya? yuk Simak TIPS yang Rahasia Atasi Balita Cemburu dibawah ini

Luki, bocah yang usia 38 bulan ini, merengek ketika melihat ayah dan bundanya menggendong adik bayinya yang lahir 2 bulan lalu. Pada awalnya, sang ibu maupun ayahnya tidak menyadari kecemburuan si sulung ini. Luki hanya bisa menunjukkan kemarahan dan ketidakstabilan emosi jika ibu, ayah atau keluarga terdekatnya mencurahkan perhatian pada si adik. Namun, beberapa waktu kemudian tampak jelas si sulung mulai cemburu. Tak hanya pada sang adik, melainkan pada siapapun yang dirasanya mengancam rasa aman yang diperolehnya dari orang-orang terdekat.

 

Bagian dari rasa takut

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Elizabeth B. Hurlock, bukunya yang berjudul Child Development, puncak frekuensi cemburu balita terjadi saat si kecil berusia 3 tahun. Rasa cemburu adalah rasa takut bahwa seseorang akan ‘mencuri’ atau ‘mengambil’ orang-orang terpenting dalam kehidupan si kecil, terutama ayah dan bundanya. Rasa cemburu merupakan bagian dari variasi rasa takut pada balita. Variasi takut ini mencerminkan perkembangan mental dan fisik anak. Selain didasari pada kematangan perkembangan anak, timbulnya rasa cemburu juga dipengaruhi oleh pengalaman takut yang dipelajarinya. Penyebab kecemburuan biasanya kondisi yang ada di rumah atau di kelompok bermain.

Pada si 3 tahun ini, sebagai contoh Luki yang baru saja kedatangan adik baru, munculnya rasa cemburu diawali dengan rasa bangga atas kehadiran adik bayi. Namun beberapa waktu kemudian, dirinya melihat adanya perubahan sikap dan pola interaksi di dalam keluarganya. Semua datang untuk menjenguk si adik. Semua memberikan hadiah untuk si adik. Kabar yang dibicarakan juga lebih banyak si adik. Belum lagi ayah dan bundanya, sehari-hari repot mengurus dan merawat si bungsu yang membutuhkan perhatian ekstra. Ia berpikir bahwa orang-orang terdekatnya lebih perhatian kepada adiknya dan merasa dirinya tidak di perhatikan.

 

Diam, mengurung diri

Orangtua mungkin tidak sadar bahwa mereka memberikan perhatian yang lebih ke si bungsu dibandingkan kepada kakaknya. Pasalnya mereka berpikiran, kakaknya sudah bisa melakukan hal apapun dengan sendiri, sedangkan adiknya yang masih kecil perlu perhatian yang khusus dari orangtuanya. Sikap seperti ini yang tanpa disadarin membuat si kakak yang masih berusia 3 tahun ini merasa tidak dihargai. Rasa cemburu ini biasanya diperlihatkan dengan sikap yang tidak biasa. Misalnya, ia lebih memilih diam dan mengurung diri. Atau bahkan emosi yang tidak stabil.

Bersamaan dengan itu, anak seusia Luki telah menemukan identitas dirinya dan memahami dirinya sebagai individu yang berdiri sendiri. Si 3 tahun berusaha ‘melepaskan’ diri dari orangtua, tetapi sekaligus membutuhkan ayah dan bundanya sebagai “landasan yang aman”. Rasa nyaman dan amannya nampaknya terusik dengan kehadiran si kecil yang masih bayi.

 

Tetap berarti di mata orangtua

Perilaku cemburu pada si 3 tahun ini sebenarnya sebuah usaha untuk membenarkan atau membuktikan dirinya. Rasa cemburu secara normal sakan hilang apabila si balita berhasil melakukan penyesuaian yang baik, diantara temannya, misalnya. Atau di rumah, ketika si 3 tahun merasa dirinya begitu berarti dalam kehidupan keluarganya.

Untuk itu, kondisikan rumah dengan suasana yang tidak ‘mengancam’ rasa aman si kecil. Jika Anda baru saja memberikan seorang adik untuk si 3 tahun, usahakan agar perhatian dan intensitas waktu Anda terbagi dengan merata, agar tidak ada yang merasa tersisih, dan kemudian merasa iri. Rasa iri sendiri tidak identik dengan rasa takut, karena akar permasalahannya adalah ketamakan.

Beri pula pengertian pada tante, om dan orang dewasa terdekat agar mereka juga memberikan perhatian pada si 3 tahun , di samping tentu saja adik baru yang pasti menawan hati banyak orang. Libatkan pula si 3 tahun untuk menyapkan popok atau peralatan mandi san adik. Selain merasa antusias, si 3 tahun akan merasa keberadaannya dihargai. Sejalan dengan perkembangan mental dan fisiknya, jika berkembang optimal, serta iklim kondusif baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya, maka rasa cemburu biasanya akan hilang, berganti menjadi kepedulian terhadap orang lain.