Obat Untuk Penyakit Ulkus Peptikum: Gejala dan Komplikasi Fatal

Posted on

Nurulku.com – Pada pengobatan ulkus peptikum dapat lakukan dengan memberikannya obat ulkus peptikum secara khusus. Obat itu sendiri terdiri dari beberapa golongan. Adapun golongan obat ulkus peptikum yang dimaksud disini adalah amoksilin, metronidazol, tetrasiklin, prostaglandin, inhibitor pompa proton dan lain sebagainya. Terkait obat untuk ulkus peptikum beberapa contoh obat pelindung mukosa lambung adalah sukralfat,bismuth kolodial dan fucoidan.

Obat Untuk Penyakit Ulkus Peptikum: Gejala dan Komplikasi Fatal
Obat Untuk Penyakit Ulkus Peptikum: Gejala dan Komplikasi Fatal

Pada golongan-golongan obat tersebut terdapat analog prostaglandin. Analog prostaglandin adalah senyawa kimia yang dapat mencegah terjadinya tukak karena AINS. Mekanisme kerjanya diantaranya adalah mekanisme kerja analog prostaglandin dimulai dari E2 dan I2 yang dihasilkan mukosa lambung kemudian menghambat sekresi enzim adenil siklase dan akhirnya menghambat sekresi asam lambung.

Penyakit Ulkus Peptikum

Ulkus peptikum masih terdengar asing di telinga beberapa orang padahal sebenarnya ulkus peptikum ini adalah sejenis penyakit menurunnya mekanisme pertahanan yang melindungi duodenum atau lambung dari asam lambung yang menurun, misalnya adalah terjadi perubahan dalam jumlah lendir yang dihasilkan untuk penyebab penyakit ini sendiri masih belum diketahui namun untuk pengobatannya dapat menggunakan obat ulkus peptikum yang disarankan oleh dokter-dokter.

Banyak penderita ulkus peptikum ini memiliki bakteri helicobacter pylori dalam lambungnya dan bakteri ini diduga sebagai penyebab utama dari penyakit ulkus peptikum. Mengenai bagaimana peran bakteri tersebut sampai terbentuknya ulkus masih belum jelas hingga saat ini.

  • Gejala Penyakit Ulkus peptikum

Gejala yang disebabkan penyakit ini bervariasi tergantung pada lokasinya dan usia penderita. Pada anak-anak dan usia lanjut biasanya ulkus peptikum tidak memiliki gejala yang umum atau yang bisa tidak memiliki gejala sama sekali.

Ulkus peptikum terdeteksi jika sudah terjadi komplikasi. Mengobati dengan menggunakan obat ulkus peptikum saat sudah komplikasi juga terasa terlambat Namun pada orang dewasa dapat di diagnosa sebagai berikut:

  1. Nyeri lambung, perih,p anas dan sakit seperti kelaparan.
  2. Nyeri dirasakan saat perut dalam kondisi kosong
  3. Keluhan dirasakan beberapa saat setelah bangun tidur pagi.
  4. Nyeri dirasakan terus menerus bersifat agak ringan namun juga dapat agak berat dan terlokalisir pada tempat-tempat tertentu seperti pada bagian di bawah tulang dada.

Pada tahap awal gejala-gejala penderita dapat langsung mengatasinya dengan meminum obat ulkus peptikum sebagai pencegahan awal ke arah penyakit yang semakin parah.

  • Komplikasi Fatal Ulkus peptikum

Pada penderita ulkus peptikum yang sudah komplikasi dapat berakibat fatal seperti menimbulkan penetrasi,perforasi,pendarahan dan yang lebih parah adalah penyumbatan. Adapun penetrasi itu sendiri adalah ulkus yang menembus dinding otot dari lambung dan sampai ke organ lain yang berdekatan seperti hati dan pankreas hal ini akan menyebabkan nyeri tajam yang hebat dan menetap yang dapat dirasakan di luar daerah yang terkena seperti punggung.

Rasa nyeri akan bertambah parah jika penderita merubah posisinya jika sudah seperti ini maka pemberian obat ulkus peptikum sudah tidak berfungsi lagi dan harus segera dilakukan pembedahan.

Selain penetrasi komplikasi selanjutnya adalah perforasi,yaitu keadaan ulkus yang menembus dindingnya dan membentuk lubang terbuka ke dalam rongga perut. Nyeri yang dirasakan tiba-tiba sangat hebat dan terus menerus dan cepat menyebar ke seluruh bagian perut,jika ditekan maka perut akan merasa sakit. Selanjutnya adalah pendarahan, pendarahan adalah salah satu jenis komplikasi yang paling sering terjadi,gejalanya muntah darah segar dan tinja  kehitaman serta berdarah.

Sementara pada kasus komplikasi penyumbatan gejala yang dirasakan adalah rasa penuh pada perut,perut kembung dan kurangnya nafsu makan lama kelmaan dapat menurunkan berat badan secara drastis,dehidrasi dan ketidakseimbangan mineral dalam tubuh.

Baca juga: Ini Dia Cara Jitu untuk Mencegah Rematik