Cara Ternak Jangkrik Secara Alami Untuk Pemula: Persiapa Kandang, Pemilihan Bibit dan Pakan

Posted on

Nurulku.com – Ternak jangkrik kini mulai digemari oleh sebagian masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan. Binatang kecil yang menyerupai kecoak ini dikenal dengan ciri khas dapat mengeluarkan suara ngerik. Jangkrik atau Gryllidae ini diternak untuk dijadikan pakan hewan peliharaan, antara lain  burung, garangan, musang, ikan hias, ular, aneka reptil dan lain-lain. Namun, tidak semua jenis jangkrik dapat dibudidayakan. Hanya jenis-jenis tertentu, yakni gangsir putih, kalung madu, genggong, upo, aduan dan sliring alam.

Cara Ternak Jangkrik Secara Alami Untuk Pemula

Cara Ternak Jangkrik Secara Alami Untuk Pemula
Cara Ternak Jangkrik Secara Alami Untuk Pemula

Budidaya jangkrik bisa menghasilkan keuntungan finansial yang besar. Karena nilai nutrisinya yang tinggi sehingga dinilai dapat membuat pertumbuhan dan perkembangan hewan peliharaan tersebut lebih baik. Budidaya jangkrik dapat dilakukan secara alami maupun buatan, tergantung pada jenis jangkrik yang dipilih. Cara pembudidayaannya ini tidaklah sulit. Bahkan untuk Anda yang baru memulainya sekalipun. Apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Nah, berikut ini cara ternak jangkrik secara alami untuk pemula.

Persiapan Kandang Ternak Jangkrik
Persiapan Kandang Ternak Jangkrik
  • Persiapan Kandang Ternak Jangkrik

    • Langkah utama yang harus Anda lakukan ialah mempersiapkan kandang untuk tempat hidup jangkrik yang dibudidayakan. Kandang jangkrik dibuatnya secara alami menyerupai habitatnya di alam agar memudahkannya untuk beradaptasi dan pertumbuhannya lebih optimal. Bahan pembuatan kandang jangkrik yaitu kayu, kasa, kardus papan atau triplek. Desainnya berbentuk seperti kotak atau boks dengan ukuran sesuai dengan keinginan peternak. Umumnya ukuran yang sering digunakan ialah 240 x 120 cm. Bisa juga dibuat secara bersusun untuk menghemat tempat.
    • Bahan pembuatannya, misalnya kayu triplek dipotong dengan ukuran panjang 240 cm, lebar 120 cm dan tinggi 100 cm. Pakailah lem kayu sebagai perekat di antara sudutnya. Hal ini juga untuk mencegah anak-anak jangkrik yang baru menetas tidak keluar melalui celah-celah sudutnya. Bila perlu, tambahkan lakban pada pinggiran kotaknya untuk lebih merapatkannya.
    • Pada bagian bawahnya ditambah kaki kayu dengan tinggi sekitar 15 – 30 cm. Pada bagian bawah kakinya ditempatkan mangkuk berisi air atau cairan lainnya yang dapat mencegah datangnya semut atau hama lain yang dapat merusak budidaya jangkrik.
    • Kandang jangkrik ditempatkan di lokasi yang tenang, gelap, tertutup dan tidak terkena cahaya matahari secara langsung.
Pemilihan Bibit Jangkrik yang Bagus untuk Ternak Jangkrik Alami
Pemilihan Bibit Jangkrik yang Bagus untuk Ternak Jangkrik Alami
  • Pemilihan Bibit Jangkrik yang Bagus untuk Ternak Jangkrik Alami

    • Jenis jangkrik yang biasa dijadikan ternak yaitu G. miratus dan G. testaclus. Kedua jenis jangkrik tersebut bisa diperoleh dari toko pakan yang menjual pakan hidup. Jangkrik jenis ini merupakan jangkrik komersial yang mudah ditemukan dan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan jenis lainnya. Akan lebih baik lagi, jika bibit jangkrik tersebut diperoleh langsung dari alam.
    • Namun, jika ternyata lebih sulit maka Anda bisa mendapatkannya. Paling tidak bibit jangkrik jantan diperoleh dari alam. Karena jangkrik jantan yang diperoleh dari alam dikenal lebih agresif dibandingkan yang lainnya sehingga akan mempercepat proses reproduksi dan perkembangbiakkan.
    • Perlu Anda pahami ciri-ciri bibit jangkrik yang baik, antara lain:
      • Anggota badan secara keseluruhan masih lengkap seperti seharusnya.
      • Bergerak gesit dan lincah.
      • Apabila dipegang, tidak mengeluarkan cairan dari dalam bagian tubuhnya.
      • Bibit jangkrik jantan mampu bersuara ngerik yang keras dan permukaan pada sayap dan punggungnya bergelombang dan bertekstur kasar.
      • Pada bibit jangkrik betina terdapat ovipositor di bagian tengah ekornya.
    • Hal yang membedakan antara jangkrik jantan dan betina ialah bagian ekornya. Apabila jangkrik jantan memiliki 2 bagian ekor, sedangkan jangkrik betina memiliki 3 bagian ekor.
  • Cara Perkawinan dalam Ternak Jangkrik Alami

    • Jangkrik jantan dan betina ditempatkan dalam kandang yang terpisah.
    • Sediakan kandang khusus untuk mengawinkan jangkrik jantan dan betina. Buatlah kandang dengan desain yang menyerupai habitat aslinya. Untuk itu, Anda bisa melapisi dinding kandang dengan tanah liat, semen putih dan dedaunan yang telah kering seperti daun pisang, daun dukuh, daun jati dan lain-lain.
    • Jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari satu spesies. Bila berbeda jenisnya, maka tidak akan terjadi perkawinan. Satu ekor jangkrik jantan dikawinkan dengan 5 ekor jangkrik betina. Jadi, perbandingannya yaitu 10 : 2.
    • Selama proses perkawinan, asupan pakan harus tercukupi dan kondisi kandang harus terjaga dalam keadaan bersih dan lembab.
    • Proses perkawinan ditandai dengan jangkrik jantan yang terus-meneruk berderik dengan keras. Jangkrik betina yang telah dibuahi akan bertelur. Jadi, persiapkan bak pasir atau tanah untuk tempat penetasan telur.
    • Siapkan pula kandang khusus untuk pembesaran anak-anak jangkrik.
Pemberian Pakan Ternak Jangkrik Alami
Pemberian Pakan Ternak Jangkrik Alami
  • Pemberian Pakan Ternak Jangkrik Alami

    • Bibit jangkrik baik jantan maupun betina diberi pakan daun-daunan muda, misalnya rerumputan yang segar, hijau dan bertekstur tebal. Selain rumput, bisa juga tanaman atau daun yang mengandung air, seperti bayam, mentimun, selada, daun pepaya, sawi dan sebagainya.
    • Ketika jangkrik jantan dan betina kawin lalu jangkrik betina bertelur. Jangkrik yang baru menetas diberi pakan ayam berupa voor sampai umur 10 hari. Pakan ayam tersebut dibuat dari kacang kedelai, jagung kering dan beras merah yang telah dihaluskan. Bentuknya seperti bubuk dan teksturnya lunak sehingga mudah dicerna oleh bayi-bayi jangkrik.
    • Setelah umurnya lebih dari 10 hari, anak-anak jangkrik diberi pakan berupa sayur-sayuran segar dan jagung muda. Selanjutnya semakin bertambah umur, pakan yang diberikan bisa lebih bervariasi.
    • Pastikan bahwa pakan yang diberikan minim kandungan pestisida. Lebih baik lagi jika bebas dari pestisida.

Itulah cara ternak jangkrik secara alami untuk pemula yang mudah untuk dipahami dan bisa Anda aplikasikan sekarang juga. Selamat mencoba!

ARTIKEL TERKAIT