Obat Diare Lodia, Ampuh Menghentikan Diare Dengan Cepat

Posted on

Obat lodia adalah salah satu jenis obat diare. Obat lodia merupakan  jenis obat yang  digunakan untuk mengobati diare. Diarrhea atau diare adalah penyakit yang disebabkan  infeksi bakteri di dalam saluran pencernaan. Pada kondisi diarea tinja menjadi sangat lembek bahkan cair sehingga durasi buang air besar terus menerus dan idak terkontrol. Terdapat 3 jenis diare yang dikategorikan berdasarkan lama diare berlangsung yaitu:

  • Diare akut yang terjadi selama beberapa hari hingga seminggu.
  • Diare yang terjadi selama 3 minggu, dan
  • Diare kronis yang terjadi lebih dari 4 minggu.

Kandungan

Obat Lodia mengandung zat aktif  Lopamid atau Loperamide HCl setara loperamide 2 mg /filcotab.

Obat jenis Lodia
Obat Jenis Lodia

Indikasi Obat Lodia

Indikasi obat lodia atau diapet secara umum diberikan pada orang yang sedang mengalami diare sebagai berikut:

  • Diare ringan
  • Diare akut non spesifik
  • Diare kronis di akibatkan oleh reseksi usus
  • Diare kronis sekunder (penyakit radang usus), dan
  • Sindrom iritas usus
  • Pasien ileostomy untuk mengurangi jumlah kotoran

Kontra Indikasi Lodia

Obat lodia atau lopamid kontra indikasi pada beberapa kondisi diare sebagai berikut:

  • Tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat alergi terhadap kandungan obat lodia
  • Tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat disentri akut yang disertai dengan tanda-tanda demam tinggi, tinja bercampur darah, ulcerative colitis akut, enterocolitis bakter yang disebabkan oleh beberapa organisme yang berpotensi menembus dinding usus.
  • Tidak diberikan untuk pasien dengan kolitis pseudomembran terkait dengan penggunaan jenis antibiotik spektrum luas.
  • Sebaiknya tidak digunakan untuk penderita dengan infeksi C. difficile.
  • Jangan menggunakan obat lodia jika terjadi kejang perut.
  • Sebaiknya tidak diberikan pada anak usia dibawah 3 tahun, kekurangan gizi, sakit sistemik, dan dehidrasi.

Efek Samping Obat Diare Lodia

Obat-obatan memiliki efek samping walaupun terkadang peluang terjadi efek samping obat sangat kecil. Namun tidak ada salahnya untuk berhati-hati jika terjadi efek samping obat lodia. Beberapa efek samping obat yang dapat terjadi pada pasien antara lain:

  • Sembelit
  • Pusing
  • Kram perut
  • Mulut kering
  • Mual
  • Muntah
  • Kantuk
  • Obat Imodium
    Obat Imodium

Dosis Obat Lodia

Dosis penggunaan obat lodia yang tepat adalah:

  • Dosis umum : 6-8 mg perhari, dosis maksimum hingga 16 mg perhari
  • Dosis akut usia dewasa : dosis awal sebanyak 4 mg, kemudian dapat ditambah 2 mg setiap habis buang air besar. Maksimal penggunaan selama 5 hari
  • Dosis kronis usia dewasa : dosis awal 4 hingga 8 mg, kemudian ditambah 2 mg setiap habis buang air besar. Dosis penggunaan maksimal hingga 16 mg perhari.
  • Anak-anak dengan usia 4 hingga 8 tahun : 1 mg sebanyak 3 hingga 4 mg perhari, maksimum penggunaan selama 3 hari.
  • Anak-anak dengan usia 9 hingga 12 tahun : 2 mg sebanyak 4 kali sehari, maksimum penggunaan hingga 5 hari.

INTERAKSI OBAT

Semua obat-obatan dapat berinteraksi dengan obat lain jika dikonsumsi bersamaan. Untuk itu perhatikan interaksi obat sebelum mengkonsumsi obat-obatan apapun. Berikit interaksi obat lodia dengan obat lain:

  • Lodia dapat meningkatkan konsentrasi desmopresin oral dalam plasma.
  • Konsentrasi obat saquinavir dapat menurun sampai setengah ketika diberikan bersamaan dengan lodia
  • Loperamide merupakan substrat P-glikoprotein, oleh karena itu konsentrasi akan meningkat jika diberikan bersamaan dengan inhibitor P-Glycoprotein (ritonavir, quinidine, dan ketoconazole).
  • Resiko sembelit dapat meningkat jika diberikan bersamaan dengan obat antimotility lain seperti obat-obat golongan opioid, anti histamin, anti psikotik dan antikolinergik.

Harga obat lodia di Apotik

Harga obat lodia 2 mg dijual di apotik bervariasi antara Rp.10.000. sampai 15.000.- perstrip isi 10 tablet.

Komplikasi Diare

Diare biasanya tidak berlangsung lama jika ditangani dengan benar. Beberapa kasus diare yang tidak mendapatkan pertolongan yang benar akan mengalami komplikasi yang buruk. Diantara kompikasi yang dapat terjadi pada penderita diare adalah:

  • Dehidrasi

Dehidrasi dapat terjadi karena kehilangan cairan dalam jumlah besar. Pada penderita diarea berat dehidrasi dapat terjadi dengan cepat jika pengobatan dan penggantian cairan dilakukan secepat mungkin.

  • Diare Kronis

Diare dapat terjadi dalam waktu yang lama dan jika melebihi 4 (empat) minggu maka tergolong dalam diare kronis. Diare kronis biasanya disebabkan oleh penyakit tertentu, untuk mengetahui lebih jelas harus dilakukan pemeriksaan lanjut dan pengobatan secara serius.

  • Sindrom Uremik Hemolitik

Sindrom uremik hemolitik (HUS) merupakan komplikasi yang jarang terjadi akibat infeksi E. coli. Komplikasi ini sering terjadi pana anak-anak, waluapun demikian dapat juga terjadi pada orang dewasa.

Perhatian

Beberapa hal yang harus diperhatikan selama mengkonsumsi obat lodia adalah:

  • Obat Lodia termasuk obat keras, untuk mengkonsumsi harus dengan resep dokter
  • Perhatikan dosis dan konsumsi sesuai anjuran dokter
  • Diare mengeluarkan banyak cairan, minumlah air dalam jumlah banyak selama mengkonsumsi obat ini.
  • Perhatikan tanda-tanda alergi obat seperti gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Hubungi dokter jika mengalami alergi disertai dengan gejala dan tanda tersebut.
  • Kinerja obat tidak langsung menampakkan hasil, dibutuhkan waktu lebih kurang 48 jam sebelum diare berkurang. Tetap konsumsi obat ini seperti anjuran. Hubungi dokter jika diare tidak ada perubahan dalam waktu 10 hari.
  • Obat Lodia dapat menyebabkan kelelahan, mengantuk, atau pusing. Tidak diperkenankan mengemudi selama mengkonsumsi obat lodia.
  • Hindari obat ini bagi pasien dengan gangguan hati.
  • Tidak dianjurkan untuk ibu menyusui.
  • Minum lodia sebelum makan

Demikian uraian tentang obat lodia dan manfaatnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu anda memilih obat diare yang tepat dan bekerja cepat.

ARTIKEL TERKAIT