Syarat Terjadinya Interaksi Sosial dan Faktor Pendorong

Posted on

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial mungkin tak semua orang tahu. Sudah banyak para ahli sebenarnya yang berbicara soal syarat syarat interaksi sosial. Salah satunya ialah syarat terjadinya interaksi sosial menurut koentjaraningrat. Selain itu juga kamu perlu untuk mengetahui faktor faktor pendorong interaksi sosial itu sendiri. Mungkin kamu sudah tahu, namun masih belum jelas. Nah, jika ingin mengetahuinya lebih jauh dan lengkap lagi. Langsung saja yuk disimak ulasannya dibawah ini.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial dan Faktor Pendorongnya

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial dan Faktor-faktor Pendorong
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial dan Faktor-faktor Pendorong

Interaksi sosial merupakan perilaku masyarakat yang dilakukan untuk menjalin hubungan sosial dan untuk melakukannya diperlukan berbagai syarat terjadinya interaksi sosial. Interaksi sosial adalah suatu keharusan bagi manusia sebagai makhluk sosial, maka dari itu ikutilah poin-poin tentang syarat dan faktor penyebab interaksi sosial:

  1. Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat terjadi karena ada faktor-faktor pendorong interaksi sosial dan faktor-faktor tersebut ada 5 yaitu imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati. Imitasi berarti seorang manusia menirukan gerak gerik serta perilaku manusia lainnya. Syarat terjadinya interaksi sosial berupa imitasi ini adalah adanya ketertarikan atau kekaguman dari satu manusia ke manusia lain. Dalam konteks positif misal seorang adik melihat kakaknya menunduk ketika lewat di depan orang tua dan sang adik menirukan perbuatan tersebut. Dalam konteks negatif seorang anak melihat si ayah membentak ibu dan si anak menirukannya.

Kemudian, sugesti dapat diterima seseorang apabila orang tersebut sedang dalam keadaan dimana ia tidak dapat berpikir rasional. Orang-orang yang memiliki kekuatan,orang yang memiliki wibawa, kelompok mayoritas, serta pengaruh media massa dapat menjadi syarat-syarat terjadinya interaksi sosial ini. Lalu, ada identifikasi yang hampir sama dengan imitasi hanya saja hal ini dapat menyebabkan seseorang memiliki perilaku, sifat, dan kebiasaan dengan orang yang dikaguminya.

Setelah itu, ada simpati dan empati. Simpati merupakan faktor penyebab terjadinya interaksi sosial dimana seseorang dapat meletakkan dirinya di tempat orang lain yang sedang mengalami masalah atau musibah sehingga perasaannya akan terasa sama dengan tempat orang lain tersebut. Namun, apabila hal ini terus terjadi dan menimbulkan reaksi fisik maka hal tersebut telah menjadi empati. Dengan empati maka seseorang akan terus memikirkan kondisi orang lain sehingga stress terjadi dan membuat fisiknya sakit.

2. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Menurut Koentjaraningrat

Syarat terjadinya interaksi sosial menurut koentjaraningrat adalah suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu atau tetap berlanjut, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Maksud dari pernyataan ini adalah sebuah adat istiadat memiliki sifat yang abadi dan tidak mudah tergantikan meskipun waktu telah berganti dari masa ke masa. Kemudian ada pula syarat-syarat interaksi sosial lain dari penyataan Koentjaraningrat yaitu suatu rasa yang sama dan rasa tersebut menunjukkan identitas maupun kepentingan bersama, sehingga tercipta kesatuan hidup manusia.

Interaksi sosial merupakan hal yang pasti dibutuhkan oleh seluruh manusia karena pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Syarat terjadinya interaksi sosial tersebut pun juga beragam sesuai dengan apa yang telah disebutkan pada bagian isi diatas. Namun ada baiknya untuk berpikiran terbuka terhadap syarat-syarat tersebut agar tidak terjadi perpecahan dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Berikut itu adalah Syarat Terjadinya Interaksi Sosial serta Faktor-faktor Pendorong interaksi sosial yang bisa kami sampaikan di kesempatan yang ada kali ini. Semoga bermanfaat!

Baca: Karakteristik Masyarakat Multikultural (Majemuk): Pengertian dan Ciri-ciri