Kapan Bayi Bisa Melihat dan Mendengar Pertama Kali? Pada Usia Berapa

Posted on

Kapan Bayi Bisa Melihat dan Mendengar? Pertanyaan semacam itu pasti jadi pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para ibu yang baru saja melahirkan anak yang pertama. Beberapa ibu mungkin penasaran mengenai kapan bayi bisa melihat dengan jelas atau kapan bayi melihat keatas. umur Tentu sang ibu ingin tahu kapan si bayi bisa melihat pertama kali atau kapan bayi bisa mendengar. Dan biasanya pula ketika bayi 40 hari belum bisa melihat, si ibu segera mencari tahu ciri ciri bayi tidak bisa melihat, saking paniknya. Lantas kapan sih bayi mulai bisa melihat sinar dan mendengar bunyi saat berusia berapa? Lihat dan cari tahu semua jawabannya dengan membaca ulasan yang ada dibwah ini.

Kapan Bayi Bisa Melihat dan Mendengar Suara Pertama Kali

Kapan Bayi Bisa Melihat dan Mendengar Pertama Kali
Kapan Bayi Bisa Melihat dan Mendengar Pertama Kali

Untuk dapa melihat dan mendengar tak langsung seketika. Hal ini wajar, karena mata pada bayi membutuhkan waktu lama untuk dapat beradaptasi dengan dunia luar. Berbeda dengan mata, telinga pada bayi telah tumbuh sempurna sejak kelahirannya. Berikut adalah perjalanan waktu yang dijalani bayi untuk dapat melihat maupun mendengar dengan jelas.

  • Kapan Bayi Bisa Melihat?

Sebenarnya, kapan bayi bisa melihat dengan jelas tidak menentu. Tetapi yang pasti, umur bayi bisa melihat pertama kali adalah 0-2 bulan, meskipun jarak pandangnya yang terbatas (sekitar 20-40 cm). Jadi tidak benar jika ada peryataan bayi 40 hari belum bisa melihat.

Selain itu, bayi mulai bisa melihat sinar dan mendengar bunyi saat usia ini. Matanya akan sensitif dengan berbagai warna yang terang, seperti merah dan kuning. Namun, sensitifitas cahayanya masih rendah, yakni sekitar 50 kali penglihatan orang dewasa.

Penglihatannya kemudian berkembang pada usia 2-4 bulan. Jarak pandangnya semakin bertambah dengan meningkatnya sensitifitas cahayanya, yakni sekitar 10 kali orang dewasa. Lalu, pada usia 5 bulan, bayi telah dapat mengenali beragam objek bergerak. Mulai menghindari posisi bayi melihat ke atas menghadap sinar lampu yang terang karena sensitifitas cahaya yang dimiliki matanya telah menyerupai orang dewasa.

Kemudian pada usia 8 bulan, matanya sudah dapat digunakan untuk melihat objek yang jauh dan kecil. Namun, pandangan jarak dekatnya masih lebih baik dibandingkan dengan jarak jauhnya. Pada akhirnya penglihatan bayi akan benar-benar sempurna pada usia 12 bulan. Penglihatan jarak dekat dan jauhnya telah sama baiknya, serta sudah mampu mengenali seseorang dari jarak yang jauh.

Namun, terdapat beberapa kasus bayi tidak dapat melihat pada usia seharusnya.

Lalu, bagaimana ciri ciri bayi tidak bisa melihat?

Berikut adalah ciri-cirinya.

  1. Pandangan bayi menghindari cahaya pada usia minggu pertama.
  2. Belum menatap wajah di dekatnya hingga usia 2 bulan.
  3. Belum dapat merespon saat muncul gerakan tiba-tiba di dekatnya pada usia 9 bulan.

Baca: Anak Bayi Susah Tidur? Ini Cara Membuat Anak Cepat Tidur

  • Kapan Bayi Bisa Mendengar?

Selain dari sisi penglihatan, pendengaran bayi perlu untuk diperhatikan. Lalu, kapan bayi bisa mendengar?

Berbeda dengan mata, bayi sudah mampu mendengar sejak kelahirannya. Hal ini disebabkan oleh fungsi dan alat pendengarannya yang sudah terbentuk saat usia kandungan 8 minggu hingga 6 bulan. Oleh karena itu, mulailah melatih pendengaran bayi sejak masih dalam kandungan, seperti mengajaknya berkomunikasi dan diperdengarkan musik yang tenang. Selain akan membuat fungsi pendengarannya semakin baik, hal ini juga mampu meningkatkan perkembangan otak pada bayi.

Fungsi mata tidaklah sempurna saat bayi baru lahir. Berbeda dengan telinga yang telah mengalami perkembangan sempurna sejak dalam rahim, mata membutuhkan waktu lebih untuk beradaptasi dengan dunia luar. Untuk itu, jangan khawatir dengan hal ini dan mulailah perhatikan si kecil, bahkan sejak dalam kandungan untuk menjaga agar fungsi keduanya dapat berkerja maksimal. Semoga dapat menjawab kekhawatiran ibu mengenai kapan bayi bisa melihat dan mendengar.

Baca: Fakta, Karakteristik, Penanganan dan Penyebab Bayi Prematur