Pupuk Organik: Cara Membuat, Jenis dan Karakteristik Pupuk

Posted on

Nurulku.comBagaimana membuat pupuk organik sendiri ??? Pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari makhluk hidup berupa sisa pelapukan sisa sisa tanaman, manusia dan hewan. Pupuk organik mempunyai dua bentuk yaitu padat dan cair yang sama sama dapat memperbaiki sifat fisik, biologi tanah dan kimia. Umumnya pupuk organik memiliki banyak kandungan bahan organik daripada unsur haranya sendiri. Sumber dari bahan organik sendiri dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, limbah ternak, limbah industry, limbah kota berupa sampah dan sisa panen berupa jerami, tongkol jagung, brangkasan, bagas tebu ataupun sabut kelapa.

Sejarah pupuk

Pupuk telah dipergunakan sejak awal manusia mengenal cocok tanam, tepatnya sekitar 5.000 tahun yang lalu. Dahulu kala pupuk dipergunakan di daerah aliran sungai, seperti sungai Nil, Euphrat, Indus, Cina dan Amerika latin untuk memperbaiki kesuburan tanah. Penduduk Indonesia sudah lama mengenal pupuk organik sejak sebelum diterapkannya revolusi hijau di Indonesia, namun setelah adanya revolusi hijau terjadi para petani lebih memilih untuk menggunakan pupuk buatan karena dirasa jauh lebih praktis dalam penggunaan, harga lebih murah, mudah didapatkan serta jumlahnya yang lebih sedikit. (Baca : Komponen Biotik Dan Abiotik: Pengertian, Perbedaan dan Contoh di Lingkungan Sekitar Kita)

Banyaknya petani yang bergantung terhadap pupuk buatan secara tidak langsung menimbulkan efek negative pada perkembangan produksi pertanian. Adanya dampak negative tersebut akhirnya menumbuhkan kesadaran para petani untuk beralih dari petanian konvensional menjadi pertanian organik.

Jenis pupuk organik

Pupuk organik dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu pupuk hijau dan pupuk kandang yang masing masing mempunyai proses yang berbeda, meskipun sama sama dapat menyuburkan tanah. Ketiga bagian pupuk tersebut adalah :

  1. Pupuk hijau

Pupuk hijau merupakan pupuk yang terbentuk dari pelapukan tanaman, yaitu berupa sisa panen ataupun berbagai tanaman yang memang sengaja untuk diambil daunnya. Tanaman yang dapat diolah menjadi pupuk hijau adalah tanaman yang berjenis kacang kacangan dan tanaman air, dimana kedua jenis ini mempunyai kandungan hara nitrogen yang tinggi sehingga cepat terurai dalam tanah.

  1. Pupuk kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotorang hewan, seperti sapi, ungas, kerbau ataupun kambing. Umumnya pupuk kandang dibedakan dari feses hewan tersebut yang mengeluarkan urin ataupun tidak, seperti urin kambing, sapi, ayam, kerbau, bebek dan itik.  Karakteristik kotoran hewan kaya akan fosfor dan kalium namun nitrogen lebih rendah dan penguraian relative lebih lama. (Baca : Ternak Ayam Kampung Paling Cepat Sistem Semi Intensif)

  1. Pupuk kompos

Pupuk kompos merupakan pupuk yang diperoleh dari hasil proses pelapukan secara biologis bahan bahan jenis organik dengan menggunakan organisme pengurai sebagai bantuan.Organisme ini bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Mikroorganisme sendiri merupakan bakteri, jamur atau kapang, sedangkan makroorganisme adalah cacing tanah. Proses pembuatan pupuk kompos relative mudah yaitu dengan proses aeorob dimana melibatkan udara dan proses anaerob yang tidak melibatkan udara.

Karakterisik pupuk organik

Pupuk organik mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan humus yaitu berperan untuk menyediakan nutrisi baik bagi tanaman. Pupuk organik mempunyai lima manfaat yang dapat dipergunakan :

  1. Meningkatkan aktivitas biologi tanah
  2. Memperbaiki struktur fisik tanah
  3. Sumber nutrisi
  4. Meningkatkan daya simpan air
  5. Memperbaiki kimia tanah

 1. Cara membuat pupuk organik padat

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIC PADAT

Untuk membuat pupuk organik berjenis padat dapat dilakukan banyak cara dan tidak harus sama menggunakan cara paten tertentu. Pupuk organik padat sering dipergunakan oleh petani karena pupuk ini terbuat dari kotoran hewan ternak, seperti kotorang ayam, kambing ataupun sapi. Proses pembuatan pupuk organik padat sangatlah mudah, namun pertama kali harus menyiapkan berbagai peralatan dan bahan bahan terlebih dahulu.

Peralatan :

  1. Ember cangkul
  2. Sekop
  3. Terpal/penutup

Bahan bahan : 

  1. 200 kg kotoran ternak
  2. 10 kg limbah tanaman, seperti serbuk gergaji, sekam ataupun tandan kosong dari kelapa sawit yang telah dicacah
  3. 5 kg kapur bubuk
  4. 1 kg gula
  5. 1 liter EM4
  6. 5 liter air bersih

Cara pembuatan : 

  1. Aduk aduklah kotoran ternak beserta bahan limbah ternak dan limbah tanaman
  2. Tambahkan gula pada air yang telah ada di ember, kemudian aduk sampai larut
  3. Setelah itu tambahkan EM4 dan aduk kembali sampai larut
  4. Kemudian siramkan cairan tadi pada adukan secara merata dan lembab
  5. Lanjutkan dengan menutupnya dengan menggunakan terpal kedap udara dan biarkan selama kurang lebih 2-3 minggu
  6. Apabila proses berhasil, kompos akan menjadi matang dan berubah warna menjadi coklat kehitaman.

 2. Cara membuat pupuk organik cair dari kotoran sapi

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR DARI KOTORAN SAPI

Pupuk organik cair merupakan pupuk yang diolah dengan menggunakan bahan dasar berupa urine, feses, tetes tebu, air dan starter. Pupuk jenis ini sangat mudah diolah secara sederhana karena dapa mempergunakan urine ataupun feses dari ternak sapi, kelinci dan kambing. Selain itu pupuk organik cair terhitung ringan dikantong, namun dapat memberikan banyak manfaat seperti menyuburkan tanah, meningkatkan produktivitas dari tanaman sekaligus pendapatan petani. Untuk proses pembuatan dari pupuk organik cair dari kotoran sapi sebanyak 50 liter adalah sebagai berikut :

Bahan bahan :

  1. 25 liter urine
  2. 2,5 kg feses
  3. 2 buah nanas
  4. 2,5 liter tetes tebu
  5. 20 liter air

Cara pembuatan : 

  1. Tempatkan urine dan feses dalam sebuah ember plastik besar
  2. Tempatkan nanas, tetes tebu dan air pada ember pastik lain yang berbeda
  3. Setelah itu kedua ember diperam atau disimpan selama kurang lebih 2 minggu, namun jangan lupa untuk mengaduk masing masing ember sekitar 10 menit di setiap harinya
  4. Setelah 2 minggu campurkan kedua emper menjadi satu dan diperam lagi selama kurang lebih 1 minggu
  5. Setelah 1 minggu, pupuk cair telah siap untuk dipergunakan

Penggunaan pupuk oragnik cair dari kotoran sapi :

Untuk menggunakan pupuk organik cair jenis ini tidak dilakukan secara langsung, namun harus mengencerkan terlebih dahulu dengan takaran, setiap 1 liter pupuk cair ditambahkan dengan air sebanyak 15 liter. Setelah  diencerkan, pupuk cair ini disiramkan pada tanah yang ada disekitar tanaman atau bisa dengan menyemprotkannya ke daun, kemudian diaplikasikan pada tanaman pasca menggunakan pupuk dasar. Pupuk jenis cair lebih irit penggunaan, lebih praktis dalam pengaplikasiannya serta cara pembuatan lebih praktis dan ringan.


3. Cara membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIC CAIR DARI LIMBAH RUMAH TANGGA

Limbah rumah tangga yang dapat dipergunakan untuk membuat pupuk organik cair adalah yang berasal dari makhluk hidup, seperti sisa sayuran, lauk yang sudah basi, ampas kelapa, sisa ikan, daging, sisa bumbu dapur yang tidak layak dikonsumsi lagi ataupun potongan tulang ikan yang didaur ulang kembali. Proses pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga sangatlah mudah, Anda dapat mempraktekkan dirumah. (Baca : Ternak Ayam Kampung Paling Cepat Sistem Semi Intensif)

Bahan bahan :

  1. Limbah organik rumah tangga
  2. Air besih
  3. Tetes tebu/gula pasir
  4. Cairan EM4

Cara membuat : 

  1. Cincanglah sampah sampah organik yang telah Anda kumpulkan dan tempatkan dalam 1 wadah. Apabila kesulitan untuk mengumpulkan limbah rumah tangga dapat mengumpulkan dari tempat pemotongan hewan, perkebunan ataupun sisa produksi dari industri tahu atau tempe
  2. Persiapkan tempat berupa tong plastic atau sejenisnya dan berikan lubang 1 cm untuk memperlancar sirkulasi udara yang ada didalam tong
  3. Persiapkan tetes tebu atau bisa diganti dengan gula pasir yang telah dilarutkan untuk membantu mengaktifkan cairan EM4
  4. Persiapkan air bersih dan usahakan air bebas dari pencemaran zat zat kimia
  5. Campurkan cincangan sampah, EM4, tetes tebu atau air gula ke dalam tong plastic, kemudian aduk sampai tercampur rata dan pindahkan dalam kantong plastic yang telah dilubangi
  6. Tempatkan kantong tersebut pada tong yang telah tersedia dan tambahkan dengan air bersih
  7. Kemudian ikatlah kantong plastic secara rapat dan tutuplah tong serta diamkan selama kurang lebih 3 minggu
  8. Anda dapat selalu menchecknya setiapkali sampai sudah tidak lagi tercium bau busuk
  9. Setelah aroma busuk tidak lagi ditemukan, berarti pembuatan pupuk organik cair sudah berhasil
  10. Setelah pupuk organik cair berhasil, angkat kantong plastic untuk ditiriskan
  11. Dari proses ini didapatkan dua buah pupuk organik yaitu berbentuk padat dan cair. Pupuk organik padat didapat dari sampah yang berada dalam kantong plastic, sedangkan air tirisannya yang telah disaring dapat dipergunakan untuk pupuk organik cair

Tips membuat cairan EM4 sendiri

  1. Campurkan air sumur dengan sayuran atau buah buahan yang telah busuk, atau bisa dengan menggunakan tape
  2. Masukkan bahan bahan tersebut pada botol plastic, bisa bekas dari air mineral
  3. Tambahkan 5 sendok makan gula pasir dan tutuplah rapat rapat
  4. Kemudian kocoklah sampai semua bahan tercampur rata dan hancur
  5. Setelah itu buka tutup botolnya dan diamkan selama kurang lebih 3 hari

ARTIKEL TERKAIT