Rumus Arus Listrik: Rumus Daya Listrik, Kuat Arus dan Tegangan

Posted on

Rumus Arus Listrik dan Rumus-Rumus dalam Bidang Elektronika tentu jadi hal yang penting untuk kamu ketahui semuanya. Dalam bidang elektronika, terdapat banyak rumus-rumus listrik yang digunakan untuk menghitung muatan listrik, arus listrik, dan lain-lain, seperti rumus arus listrik atau rumus kuat arus. Selain rumus tersebut, terdapat beberapa rumus lain yang memiliki pengertian serta penggunaan yang berbeda. Misalnya saja seperti rumus daya listrik, rumus tegangan dan rumus daya. Nah, bagi yang ingin mengetahui pengertian serta rumus-rumus tersebut dapat diketahui dalam penjelasan sebagai berikut ini.

Rumus Arus Listrik: Kuat Arus, Daya Listrik dan Tegangan

Rumus Arus Listrik - Rumus Daya Listrik Kuat Arus dan Tegangan
Rumus Arus Listrik – Rumus Daya Listrik Kuat Arus dan Tegangan

Agar dapat memahami dengan jelas mengenai rumus-rumus sebagaimana diatas telah disebutkan mulai dari rumus daya listrik, tegangan hingga kuat arus. Silahkan dilihat ulasannya dibawah ini.

 

  1. Pengertian dan Rumus Kuat Arus

Rumus arus listrik merupakan sebuah aliran yang terjadi oleh karena jumlah muatan listrik yang mengalir dari satu titik ke titik lain dalam satu sirkuit atau rangkaian setiap satuan waktu. Satuan listrik yang ditetapkan adalah A (ampere), sedangkan penulisannya dalam rumus ditulis dalam simbol I (current).

Di dalam definisi arus listrik, terdapat juga rumus listrik untuk menghitung suatu kecepatan aliran muatan listrik. Rumus ini dinamakan sebagai rumus kuat arus yang didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik yang melalui penampang suatu penghantar setiap satuan waktu. Maka, didapatkan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

I = kuat arus listrik (Ampere)

q = muatan listrik yang mengalir (Current)

t = waktu yang diperlukan (Sekon)

2. Pengertian dan Rumus Daya Listrik

Selanjutnya, terdapat juga rumus daya listrik. Daya listrik atau Electrical Power merupakan jumlah energi yang dihasilkan atau diserap dalam sebuah rangkaian atau sirkuit. Dengan kata lain, daya listrik merupakan besarnya usaha untuk memindahkan muatan per satuan waktu. Hal ini menunjukkan bahwa sumber energi seperti halnya tegangan listrik menghasilkan daya listrik sedangkan beban yang terhubung akan menyerap daya listrik tersebut. Dari definisi di atas, dapat diketahui rumus daya adalah sebagai berikut:

Keterangan:

P = Daya Listrik

E = Energi dengan satuan Joule

t = Waktu dengan satuan Detik

3. Pengertian dan Rumus Tegangan

Rumus tegangan listrik juga menjadi salah satu rumus yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, apa yang dimaksud dengan tegangan listrik? Tegangan listrik merupakan beda potensial antara dua titik yang dialiri arus listrik. Dalam hal ini, satuan tegangan listrik disimbolkan dengan V atau Volt. Nah, untuk menghitung tegangan listrik maka dapat menggunakan sebuah alat yang disebut dengan voltmeter atau pun multimeter. Selain itu, dapat juga menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan

V = tegangan listrik

I = kuat arus (Ampere)

R = hambatan (Ohm)

Nah, ternyata dalam bidang elektronika terdapat banyak pengertian dan rumus yang digunakan untuk menghitung muatan listrik, arus listrik, dan tegangan listrik. Selain praktis, rumus-rumus ini juga dapat digunakan untuk alternatif hitung. Untuk itu, beberapa pengertian dan rumus arus listrik di atas dapat dijadikan pedoman untuk menghitung beberapa aspek dalam bidang elektronika.

Jadi sudah tahu kan sekarang Rumus Arus Listrik serta rumus-rumus elektronika lainnya sebagaimana telah dituliskan diatas? Semoga kamu dapat memahaminya dan mulai menggunakan rumus-rumus yang ada tersebut ya.

Baca: 15 Merk Kulkas Terbaik yang bagus Hemat Listrik dan Harganya