Pohon Kurma : Sejarah, Bibit dan Cara Menanamnya di Indonesia

Posted on

Nurulku.comSeperti apakah pohon kurma itu ??? Pohon kurma merupakan buah cintaan Nabi Muhammad SAW yang memiliki rasa nikmat dan manis yang khas. Buah ini berasal dari timur tengah dan sekarang ini sudah dapat ditanam diberbagai belahan dunia baik dibudidayakan secara industri atau sekedar ditanam dipekarangan rumah. Meskipun begitu terkadang pohon kurma yang ditanam bisa jadi tidak menghasilkan buah. (Baca : Tanaman buah dalam pot : Tips Agar Panen Banyak dan Cepat Berbuah )

Sejarah pohon kurma

POHON KURMA

Pohon kurma telah ada sejak dahulu kala, bahkan dikabarkan telah ada sejak sebelum manusia diciptkan. Kisah dari pohon kurma tidak lepas dari kisah Nabi Adam ketika turun ke bumi dan mendapati bahwa bumi dihuni oleh berbagai macam tumbuh tumbuhan. Salah satu dari tumbuhan tersebut adalah pohon kurma. Tak hanya itu saja, bahkan di sebuah kuburan Mesir kuno ditemukan pula mumi yang telah ditutupi dengan tikar yang terbuat dari pelepah pohon kurma. Selain itu, ditemukan pula sebuah pohon kurma utuh yang berada disebuah kuburan kuno di daerah Shakra. Kuburan tersebut diyakini telah ada sejak 3200 tahun sebelum masehi. Di daerah ibukota Al-Wadi Al-Jadidi, Mesir juga ditemukan adanya sisa sisa pohon kurma yang telah ada zaman batu.

Hingga kini para ilmuwan masih berselisih pendapat terkait asal muasal dari pohon kurma. Beberapa pakar saling pro dan kontra, seperti menurut Erdowardo Bakari yang mengutip dari Dr. Ahmad Syauki Ibrahim dalam bukunya berjudul Mausu’ah Al ‘I’jaz Al-Ilmi Fil Hadits An-Nabawi atau Ensiklopedia mukjizat ilmiah hadits nabi menerangkan bahwa beberapa jenis kurma tertentu tidak dapat tumbuh dengan baik atau bahkan berbuah, kecuali berada didaerah subtropis dengan curah hujan yang jarang. Dalam buku tersebut juga merangkan bahwa asal mula pohon kurma berasal dari daerah yang berada di sepanjang pesisir teluk Arab dan selatan India yang sama sama memiliki iklim serupa. (Baca: Peredaran Daur Air: Proses Siklus dan Tahapannya Secara Urut dengan Gambar )

Bagi masyarakat Mesir, pohon kurma menjadi bagian terpenting dalam masyarakat karena hampir keseluruhan pohon kurma dipergunakan sebagai penopang kehidupan, seperti batang pohon kurma dipergunakan sebagai pondasi rumah, pelepah kurma untuk atap rumah dan bahan tikar dan buahnya dipergunakan sebagai makanan yang dapat disimpan untuk menunjang kebutuhan makanan di sepanjang tahun.

1. Bibit pohon kurma

BIBIT POHON KURMA
BIBIT POHON KURMA

Tahap awal dalam penanaman pohon kurma adalah dengan menggunakan bibit pohon kurma. Bibit yang paling sesuai dan memiliki keistimewaan dapat tumbuh dan berbuah diberbagai tempat, terutama dataran rendah dan beriklim tropis adalah bibit Kurma Tropis KL-1. Bibit jenis ini mempunyai tingkat produktivitas tinggi, bahkan dalam satu tanda dapat menghasilkan buah kurma sebanyak 5 kg – 10 kg. Selain itu harga jual dari buah kurma semakin hari semakin mahal karena permintaan tidak pernah turun dan justru terus bertambah.

Tanaman kurma tropis KL-1 merupakan varietas dari tanaman hibrida yang merupakan salah satu unggulan dari hasil persilangan kurma jenis Barhee dengan Delget Nour. Tanaman kurma ini dapat tumbuh dengan sangat baik pada dataran rendah yang memiliki ketinggian mulai dari 50 meter diatas permukaan air laut. Jenis kurma ini sangat cocok dengan iklim tropis dengan suhu antara 32-35°C dengan curah hujan sebesar 1500 mm setiap tahunnya. Pohon kurma ini sangat suka dengan kondisi tanah gembur dan tidak tergenang. (Baca: Pupuk Organik: Cara Membuat, Jenis dan Karakteristik Pupuk )

Untuk memperoleh hasil maskimal dari kurma ini, sebaiknya tempatkan pohon ini pada area yang terkena sinar matahari sepanjang hari. Pohon kurma berjenis ini mempunyai karakteristik pada tinggi tanaman yang hanya dapat setinggi 1 meter saja, namun dapat berbuah pada umur 3 tahun. Untuk bentuknya, buah kurma ini hampir sama dengan kurma pada umumnya yaitu lonjong silinder dengan panjang sekitar 3-7 cm dan berdiameter 2-3 cm. Ketika buah kurma ini yang telah masak biasanya mempunyai warna merah dan kuning dengan panjang biji tunggal berkisar antara 2-2,5 cm dan ketebalan sekitar 6-8 mm. Selain itu buah ini mempunyai rasa yang sangat manis dan memiliki tekstur lembut.

Klasifikasi umum bibit tanaman buah kurma tropis ;

NamaKurma Kolak One (KL-1)
Nama LatinPhoenix dactylifera
Asal DaerahThailand
Asal BibitHasil benih Hibrida
Tinggi Tanaman50cm — 70cm
KemasanPolybag
Rekomendasi Tempat Tumbuh OptimalDataran Rendah / Iklim Tropis/ Suhu : 32–35°C
Kebutuhan PenyinaranSinar matahari Penuh
Ilustrasi Tinggi Tanaman Saat besarTumbuh Hingga 1 meter

Buah kurma selain mempunyai rasa yang enak ternyata juga sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh, seperti sebagai sumber energi, penangkal racun, mencegah kanker usus besar serta membantu melancarkan buang air besar.

2. Cara menanam pohon kurma

CARA MENANAM POHON KURMA

Untuk menanam pohon kurma sebenarnya cukuplah mudah, tetapi harus diperhatikan kandungan nutrisi dalam tanah yang akan ditanami pohon tersebut. Indonesia memiliki kultur tanah yang kaya nutrisi yang baik untuk pohon kurma. Waktu panen pohon kurma di Indonesiapun terhitung sangat cepat dibandingkan dengan dihabitat aslinya, yaitu setengah dari waktu panen kurma disana. Di Indonesia dataran rendah menjadi tempat yang sempurna untuk menanam tanaman ini karena memiliki intensitas cahaya matahari yang bersinar penuh pada siang hari serta cuaca panas yang relative konsisten dengan air tanah yang mencukupi. (Baca : Pestisida Organik: Kegunaannya Untuk Cabe, Melon, Padi , Kangkung dan Contohnya )

Menanam pohon kurma mempunyai beberapa langkah langkah yang harus diperhatikan, yaitu :

  1. Persiapan pembibitan

Kurma dapat dikembangbiakkan dengan menggunakan proses degenerative atau biasa disebut dengan perkecambahan biji. Biji kurma dapat diperoleh dengan cara memesan ataupun membeli bibit unggul dari para petani kurma ataupun dengan jalan mengumpulkan secara manual dari buah buah kurma yang telah dikonsumsi. Usahakan untuk memperoleh bibit unggul yang mempunyai nilai jual sangat tinggi di pasaran, seperti kurma ajwa, deglet nour, kurma khalas, zahidi, khenaizi, medjool dan khadrawi. Umumnya di Indonesia memiliki beberapa jenis kurma, seperti kurma sokari, bahri, silaj dan sekki. Meskipun kurma mempunyai banyak jenisnya dan biasanya memiliki tampilan pohon yang hampir sama, tetapi masing masing mempunyai penampilan fisik buah kurma yang berbeda, seperti kurma ajwa atau yang biasa disebut dengan kurma nabi mempunyai warna buah cenderung lebih gelap, tekstur lembut dan rasa seperti kismis. Sedangkan kurma majol atau yang disebut juga dengan medjool mempunyai tampilan fisik lebih lonjong, tekstur lebih kenyal dan rasa yang manis, serta warna kulit dagingnya cenderung kecoklatan dan lebih cerah. Untuk kurma deglet noor memiliki rasa yang manis dengan warna daging yang lebih cerah dan muda dari pada kurma ajwa ataupun medjool. Meskipun begitu kulit dagingnya tidak terlalu lembut dan juga kenyal tetapi juga tidak terlalu keras.

Proses yang harus disiapkan untuk bibit kurma dari biji adalah :

  • Tahap awal adalah persiapan biji kurma dalam jumlah banyak. Harus dalam jumlah banyak karena memiliki peluang sukses lebih besar untuk bertanam kurma, sekaligus kemungkinan besar dapat memperoleh potensi calon bibit kurma betina.
  • Setelah pengumpulan biji dilakukan, tahap selanjutnya adalah pembersihan dengan cara membuang sisa sisa daging buah yang masih menempel pada kulit biji. Metode ini akan memperbesar peluang untuk menghasilkan perkecambahan biji kurma sekaligus mencegah menempelnya jamur, mengantisipasi adanyakutu putih dan semut yang dapat merusak biji dalam proses perkecambahan.
  • Pembersihan biji kurma dilakukan dengan menggunakan media pasir halus, kemudian dicuci dengan air besih.
  • Setelah proses pembersihan biji dilakukan, tahap selanjutnya adalah perendaman biji. Proses perendaman memakan waktu kurang lebih sekitar 5-6 hari. Untuk mempercepat proses tersebut bisa ditambahkan dengan zat pengatur tumbuh organik atau ZPT. Selain itu air yang dipergunakan untuk merenda haruslah air bersih yang bebas dari zat zat berbahaya, seperti kaporit. Lakukan pula proses pergantian air setiap 24 jam sekali.
  1. Proses perkecambahan dari biji kurma

Pada tahapan ini, terdapat 2 metode utama yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara menyemai langsung pada media tanam atau menggunakan bantuan media tisu basah. Langkah selanjutnya adalah :

  • Siapkan media tisu basah dan wadah bersih yang dapat menahan kelembaban cukup.
  • Kemudian letakkan biji kurma pada tisu basah tersebut dan lakukan pengecheckan secara rutin terhadap kelembaban dari tisu
  • Setelah 14 hari akan muncul tunas dari hasil proses perkecambahan biji
  • Bagi yang menanam langsung biji pada media tanam, lakukan pencampuran cocopeat, kompos dan pasir sebagai media tanam. Pergunakan perbandingan 2 pasir : 1 media kompos : 1 cocopeat
  1. Tahap pemeliharaan dan pemindahan bibit

Dalam tahap ini pemindahan bibit ke dalam pot atau polibag, dilakukan apabila biji telah mengalami pertumbuhan. Bagi Anda yang menggunakan metode tisu basah, sebaiknya harus menunggu 14 hari lagi, setelah biji tumbuh tunas dengan panjang 5-10 cm. Sedangkan bagi yang menggunakan metode langsung disemaikan di media tanam, lakukan monitoring perkembangan bibit sampai mencapai tinggi 20-30 cm, kemudian pindahkan ke media tanam yang jauh lebih besar.

Setelah bibit kurma tumbuh dan berkembang, simpanlah pada tempat teduh dan hindarkan dari gangguan apapun termasuk angin. Meskipun begitu bibit kurma tetap harus disimpan di luar ruangan, bukan didalam ruangan agar dapat beradaptasi dengan iklim lingkungan sekitarnya. Pastikan area tempat menyimpan bibit kurma mempunyai kelembaban dan sinar matahari yang cukup. Selain itu pastikan untuk konsisten dan teratur dalam menyiram bibit kurma.

  1. Tahap penanaman kurma

Pada tahap penanaman kurma, umumnya bibit kurma telah besar dan dapat ditanam di lahan. Untuk menanam bibit kurma selalu berikan jarak yang cukup antara tanaman kurma yang satu dengan lainnya, agar tidak terjadi perebutan zat zat  yang sangat dibutuhkan bibit kurma untuk berkembang. Selain jarak, perhatikan pula ukuran lubang dari pohon kurma. Bibir kurma harus diberikan ukuran lubang antara 50 – 60 cm dan jarak 5 – 6 m per bibit kurma. Lubang yang telah siap untuk bibit kurma, sebaiknya jangan langsung dipergunakan tetapi didiamkan dahulu selama kurang lebih 2-3 hari, kemudian tambahkan campuran pupuk. Setelah itu baru masukkan bibit kurma dimasukkan. (Baca : Bagaimana Sel Tumbuhan bisa tumbuh? Jenis, Fungsi dan Gambar Struktur Sel )

  1. Perawatan pohon kurma

Pada tahapan ini, Anda harus rutin melakukan penyiraman dan pemupukan secara berkala. Proses ini dilakukan sampai pohon kurma menjadi dewasa dan proses penyerbukan dari serangga serata angin dapat berjalan sempurna, sehingga dapat menghasilkan buah kurma.

  1. Panen

Saat pohon kurma besar dan berbunga baru dapat diketahui jenis dari kurma tersebut jantan ataukah betina. Pohon kurma betina memiliki pentil pada bunganya, sedangkan kurma jantan bunganya berwarna putih, ukuran jauh lebih kecil dan mengandung zat tepung. Saat proses penyerbukan terjadi, umumnya pohon kurma berubah menjadi buah meskipun banyak gangguan yang terjadi pada saat proses pembuahan. Saat masa pembuahan ini, sebaiknya rutin lakukan pemberian pupuk serta mencegahan gangguan lalat dan burung. Buah kurma yang telah besar sudah siap untuk di panen.

3. Cara membedakan pohon kurma jantan dan betina

CARA MEMBEDAKAN POHON KURMA JANTAN DAN BETINA

Pohon kurma jantan dan betina sama sama memiliki bentuk yang sama selayaknya pohon kurma pada umumnya, hanya saja pohon ini merupakan tanaman berumah dua (dioecious) yang hidup secara terpisah. Pohon kurma jantan tidak dapat menghasilkan buah, berbeda dengan pohon kurma betina yang mampu menghasilkan buah. Untuk membedakannya, Anda bisa melihatnya pada saat pembiakan dengan biji/anakan (offshoot) atau bisa juga dengan melihat kultur jaringan langsung. Meskipun pohon kurma jantan tidak dapat menghasilkan buah, tetapi mampu menghasilkan anakan sama seperti pohon kurma betina yang juga menghasilkan anakan. Pohon kurma jantan memiliki tugas utama yaitu membuahi kurma betina, walaupun pohon kurma betina sendiri dapat menghasilkan buah sendiri tanpa pohon kurma jantan meskipun kurma yang dihasilkan berukuran kecil kecil. Selain itu beberapa ciri berikut dapat membedakan jenis kelamin pohon kurma, yaitu :

  1. Pangkal pelepah pohon kurma berbeda

Perhatikan pangkal pelepah pohon kurma yang telah besar, apabila warnanya agak terang kekuningan berarti kurma tersebut adalah jantan, sedangkan apabila warnanya agak abu abu berarti kurma tersebut adalah betina

  1. Bentuk bunga berbeda

Saat tanaman kurma mulai tumbuh besar dan berbunga perhatikan bentuk bunganya, apabila kurma tersebut jantan biasanya ditandai dengan mancung bunga kurma berukuran lebih pendek daripada betina, bentuk mancungnyapun lebih besar, gemuk berisi dari betina dengan kulit mancungnya lebih lunak dari betina. Selain itu bunga kurma jantan ketika mekar akan memiliki ketebalan yang lebih tebal dengan warna corak cenderung putih. Sedangkan pada bunga kurma betina, ukuran mancungnya lebih panjang, tampilan lebih ramping, tekstur pembungkus lebih keras, warna bunga kekuningan atau bahkan krem, bentuk bunga tipis dan memanjang.

Demikianlah informasi seputar pohon kurma, semoga dapat bermanfaat.

ARTIKEL TERKAIT